Beli di aplikasi dan dapatkan promo menarik

Blog

| Content Writer

6 Cara Memulai Usaha Kuriner yang Patut Dicoba

Bisnis dalam bidang kuliner bisa dibilang saat ini sedang menjamur. Untuk kamu yang ingin memulai usaha di bidang kuliner, cari tahu cara memulai bisnis kuliner di bawah ini agar bisnis yang kamu jalankan sukses dan tidak kalah bersaing.

Usaha mikro kecil menengah atau UMKM adalah kegiatan bisnis yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha berukuran kecil. Kegiatan UMKM umumnya memiliki kelebihan dibandingkan jenis usaha lain, seperti tidak memerlukan modal yang besar dan bisa dijalankan sambil melakukan pekerjaan yang lain, terlebih jika kamu memulai usaha di bidang kuliner.

Bahkan saat ini banyak pengusaha UMKM di bidang kuliner yang juga bekerja sebagai pegawai kantoran. Hal inilah yang membuat banyak orang berbondong-bondong untuk membangun usaha di bidang kuliner.

Cara memulai usaha kuliner

Meskipun saat ini persaingan UMKM di bidang kuliner terbilang cukup ketat, kamu tetap bisa ‘menonjol’ dan sukses menjalankannya kok. Oleh karena itu, yuk simak cara memulai usaha kuliner di bawah ini:

1. Buat rencana anggaran

Saat memulai bisnis kuliner kamu gak harus selalu perlu modal yang besar kok. Bahkan saat ini banyak pengusaha kuliner yang sukses membangun usaha kuliner dengan modal kurang dari satu juta rupiah.

Hal yang paling penting adalah tentukan dengan matang modal yang akan digunakan dan usahakan tidak satu rupiah uang pun yang terbuang begitu saja tanpa alasan yang jelas. Kamu juga mulai bisa menentukan modal yang ada untuk dibagi sesuai kebutuhan, misalnya untuk biaya produksi, operasional, dan pemasaran.

2. Tentukan jenis makanan yang akan dijual

Menentukan jenis makanan yang ingin dijual adalah hal kedua yang perlu kamu pikirkan matang-matang. Misalnya kamu ingin menjual makanan ringan, makanan untuk catering, atau makanan untuk diet. Bahkan saat ini ada banyak bisnis makanan yang khusus ditunjukkan untuk penderita COVID-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Saat menentukan jenis makanan sebaiknya pilihlah makanan yang juga kamu sukai. Karena biasanya usaha yang dimulai dengan rasa suka bisa lebih berhasil.

Hal ini karena secara tidak langsung kamu akan menjalankan usaha dengan sepenuh hati dan tidak mudah menyerah. Meskipun kadang ada kalanya kamu mengalami kegagalan dalam menjalankan usaha. Misalnya jika makanan yang kamu jual tidak selalu laku di pasaran.

Selain itu, bila perlu kamu bisa melakukan riset mengenai makanan yang sedang banyak dicari orang.

3. Tentukan target pasar

Setelah menentukan jenis makanan yang akan dijual, kamu wajib menentukan target pasar, misalnya anak-anak, remaja, orang dewasa, atau orang tua.

Setelah kamu menentukan target pasar, pastikan kamu memahami apa yang mereka beli, mengapa mereka membeli, dari mana mereka membeli, dan apa yang membuat mereka tertarik. Hal ini akan memudahkanmu untuk menentukan rasa makanan, serta cara pengemasan dan pemasaran produk.

Setelah menentukan target pasar, kamu juga bisa survei makanan yang akan menjadi kompetitor.

4. Cari ciri khas dari usaha yang akan dijalankan

Untuk bisa ‘menonjol’ dan tidak kalah bersaing dengan bisnis lainnya, kamu wajib memiliki ciri khas atau yang juga dikenal dengan istilah Unique Selling Point (USP), tanpa ada ciri khas usahamu kemungkinan akan kalah dengan kompetitor.

Misalnya, jika kamu ingin memiliki memulai bisnis roti dan target pasar kamu adalah anak muda, coba buat roti yang dengan berbagai rasa sedang digemari anak muda. Selain itu, kamu bisa menentukan kelebihan usaha kuliner dibandingkan dengan kompetitor. Contohnya kamu bisa membuat kemasan yang unik dan ramah lingkungan.

5. Pilih lokasi yang strategis

Saat ini makanan bisa dijual secara offline dan online. Jika kamu ingin membuka usaha kuliner secara offline atau memiliki toko, tentukan lokasi yang strategis agar usaha yang kamu buat bisa lebih menonjol dan mendapatkan banyak pengunjung.

Jika kamu ingin menjual makanan secara online pastikan kamu memiliki tempat menjual makanan yang sesuai dengan target pasar. Misalnya media sosial jika target pasar kamu adalah remaja.

6. Pilih cara pemasaran

Bisa dibilang pemasaran adalah kunci kesuksesan bisnis kuliner, tanpa pemasaran yang tepat, usaha yang kamu jual tidak akan mendapatkan banyak pelanggan dan dikenal banyak orang.

Saat ini kamu juga bisa melakukan pemasaran produk secara online melalui media sosial ataupun menjualnya langsung di e-commerce dengan membuka toko online. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pemasaran secara langsung dengan membagikan brosur atau memasang spanduk yang berisi deskripsi produk dan tempat membelinya.

Saat menentukan cara pemasaran, pastikan kamu juga menyesuaikannya dengan target pasar ya. Misalnya jika target pasarmu adalah anak remaja, maka cara pemasaran yang paling tepat adalah dengan melakukan pemasaran di media sosial.

Sukses dalam membangun usaha kuliner memang tidak semudah yang dibayangkan. Karena ada banyak proses yang perlu kamu lalui. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa berhasil sama sekali. Oleh karena itu, yuk coba mulai praktekkan cara memulai usaha kuliner di atas.

Ikuti Kelas “Menjadi Pengusaha UMKM Di Bidang Kuliner”

Agar bisa sukses di bidang kuliner kamu juga harus bisa belajar dan konsultasi langsung dari ahlinya. Oleh karena itu, yuk ikut kelas “Menjadi Pengusaha UMKM Di Bidang Kuliner”.

Karena di kelas ini kamu bisa belajar langsung dari pengusaha kuliner yang sudah sukses, yaitu yang diisi oleh Filsa Budi Ambia, pemilik usaha peyek kepiting Kampoeng Timoer dan Mister Crabs.

Di kelas pelatihan ini kamu akan belajar secara mendalam tentang faktor-faktor keberhasilan dalam menjalani usaha, identifikasi kegagalan yang sering ditemui pengusaha, hingga pemasaran digital yang cocok diimplementasikan untuk UMKM kuliner.

Selain itu, tujuan utama dari kelas ini adalah peserta bisa memulai usaha kuliner sesuai dengan kompetensi wirausaha berdasarkan perancangan usaha kuliner yang baik
 

Artikel Lainnya

©2020-2022 Pijar Mahir. All Right Reserved