Beli di aplikasi dan dapatkan promo menarik

Blog

| Content Writer

6 Tips Membuat Portofolio yang Menarik

Kamu ingin membuat portofolio yang menarik dan bisa meningkatkan kemungkinan dipanggil interview oleh HRD? Kalau iya, yuk simak tips membuat portofolio yang menarik di bawah ini.

Portofolio adalah hasil kumpulan pekerjaan yang pernah dikerjakan. Hasil kumpulan kerja ini bisa dikumpulkan menjadi satu dalam bentuk dokumen, blog, gambar, ataupun postingan di media sosial. Pada dasarnya portofolio tidak hanya wajib dibuat oleh tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman kerja saja. Tapi juga oleh mahasiswa yang baru lulus kuliah atau fresh graduate. Karena fresh graduate bisa membuat portofolio dengan memasukkan semua hasil karya atau tugas yang pernah dikerjakan selama kuliah.

Tips membuat portofolio yang menarik

Untuk kamu yang ingin memiliki portofolio yang baik dan bisa menarik perhatian HRD, yuk simak beberapa tips membuat portofolio di bawah ini:

1. Pilih medium yang tepat

Hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk membuat portofolio adalah menentukan medium atau alat yang tepat. Karena pada dasarnya setiap profesi biasanya memiliki medium untuk portofolio yang berbeda-beda. Misalnya saja, content writer biasanya menggunakan blog sebagai medium, fotografer dan social media specialist menggunakan media sosial, serta desain grafis yang biasanya menggunakan Canva.

2. Rangkai informasi menjadi cerita yang menarik

Membuat portofolio yang baik bukan berarti kamu hanya perlu memasukkan semua hasil karya saja lho. Untuk bisa membuat portofolio yang menarik, kamu disarankan untuk merangkai informasi penting menjadi cerita yang menarik dan berkesan..

Misalnya saja, jika kamu berprofesi sebagai fotografer, tidak ada salahnya jika kamu memasukkan informasi singkat dalam bentuk cerita di bawah foto. Karena hal ini akan lebih berkesan untuk HRD.

Beberapa informasi penting yang wajib ada di portofolio adalah, email, nomor handphone, nama lengkap, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja atau organisasi, prestasi kerja, dan sertifikat (opsional).

3. Masukkan karya-karya terbaik saja

Portofolio memang ditujukan untuk ‘memamerkan’ hasil kerja atau karya-karya yang sudah kamu buat selama ini. Namun, bukan berarti kamu harus memasukkan semua hasil karyamu setelah bekerja bertahun-tahun lamanya ya, terlebih jika kamu sudah bekerja dengan durasi lebih dari lima tahun. Untuk membuat portofolio yang menarik, kamu disarankan untuk memasukkan hasil karya terbaik saja.

Misalnya jika kamu berprofesi sebagai SEO content writer, maka masukkan artikel yang memiliki jumlah pembaca terbanyak atau artikel yang pernah masuk di halaman pertama Google. Jika ternyata artikel yang kamu buat banyak yang masuk dalam dua kriteria tersebut, maka pilihlah yang terbaik. Intinya dalam membuat portofolio, masukkan karya terbaik dari yang paling baik.

Untuk membuat portofolio yang baik, tidak ada batasan yang tepat berapa jumlah karya yang dimasukkan. Karena jumlah karya yang dimasukkan bisa berbeda-beda, tergantung dari medium yang digunakan.

 

4. Buat portofolio yang ringkas namun tetap padat

Beberapa bulan lalu, di media sosial sempat beredar portofolio milik lulusan magister desain ITB yang sangat menarik dan banyak dilirik oleh banyak HRD. Jika dilihat sekilas, portofolio tersebut mungkin tampak sederhana, karena hanya berisi satu gambar tokoh wayang perempuan yang sedang mencoba meraih lampu.

Namun, jika dilihat lebih teliti lagi di portofolio tersebut terdapat informasi mengenai pemilik portofolio. Informasi tersebut dibuat dengan seringkas mungkin menjadi sebuah cerita yang menarik dibaca.

Sehingga siapapun yang melihat portofolio tersebut, pasti akan segera terhipnotis oleh gambar dan informasi singkat yang dibuat dengan seindah mungkin. Dari hal ini, bisa disimpulkan bahwa kadang untuk membuat portofolio yang bisa menarik perhatian HRD, kamu gak perlu membuat portofolio yang memiliki banyak informasi.

Cukup cantumkan informasi singkat yang dirangkai menjadi cerita yang menarik dan yang paling penting tunjukkan kemampuan terbaikmu dalam portofolio yang kamu buat.

5. Masukkan ciri khas karya yang kamu miliki

“Sedikit berbeda jauh lebih baik daripada sedikit lebih baik”, Pandji pragiwaksono (Penulis dan aktor). Kutipan di atas juga bisa banget kamu terapkan saat membuat portofolio. Karena membuat karya yang memiliki ciri khas tersendiri pasti akan terlihat lebih menarik dan beda yang dari yang lain.

Oleh karena itu, kamu harus menemukan dan memasukkan ciri khas yang dimiliki dalam portofolio yang dibuat. Karena pada dasarnya setiap karya pasti memiliki ciri khasnya masing-masing. Misalnya saja, jika kamu berprofesi sebagai desain grafis dan memiliki ciri khas selalu menggunakan warna pastel dalam karya yang dibuat, maka kamu bisa membuat portofolio yang didominasi warna-warna pastel.

6. Masukkan testimoni

Bila perlu untuk membuat portofolio yang kamu buat semakin menarik, kamu bisa memasukkan testimoni dari karya yang kamu buat. Testimoni bisa kamu dapatkan dari manajer di kantor atau klien.

Ternyata untuk membuat portofolio yang baik dan bisa menarik perhatian HRD, kamu gak perlu cara yang sulit kan. Jadi, mulai sekarang jangan lupa untuk menerapkan tips membuat portofolio seperti di atas ya.

 

Yuk, Ikut Kelas “Bangun Karirmu dengan CV dan Portfolio yang Dicari-cari Perusahaan”

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut tentang cara membuat portfolio, yuk ikut kelas “Bangun Karirmu dengan CV dan Portfolio yang Dicari-cari Perusahaan”. Karena di kelas ini kamu bisa belajar cara membuat portofolio yang tepat dan menarik, sehingga kemungkinan kamu dipanggil interview juga bisa semakin besar.

Selain itu, kamu juga akan diajarkan cara memaksimalkan tiap komponen pada CV sehingga CV dan Portfolio menjadi lebih tepat dan menarik. Kelas ini juga diisi oleh pengajar profesional, yaitu Monica Anggar,selaku People Operation Lead yang telah berpengalaman selama 7 tahun lebih dalam bidang sumber daya manusia terutama bagian rekrutmen. Beliau sangat sering mengisi webinar atau sesi konsultasi terkait CV dan Portfolio dan juga membuka jasa review CV. Jadi, tunggu apa lagi. Yuk daftar kelasnya sekarang juga.

Referensi

https://mymodernmet.com/how-to-make-a-portfolio/

https://elementor.com/blog/portfolio-website/

 

Artikel Lainnya

©2020-2022 Pijar Mahir. All Right Reserved