Beli di aplikasi dan dapatkan promo menarik

Blog

| iProspect

12 Cara Mengatur Keuangan Usaha Paling Mudah

Cara Mengatur Keuangan Usaha

Jika keuangan dikelola dengan baik, besar kemungkinan bisnis akan berjalan dengan lancar dan punya kesempatan untuk berkembang. Sebaliknya, bisnis akan kacau jika pengelolaan keuangan buruk.


Pertanyaannya, bagaimana cara untuk mengatur keuangan usaha dengan tepat? 


12 Cara Mengatur Keuangan Usaha


Bagi para pemain baru di dunia bisnis, termasuk UMKM urusan mengatur keuangan mungkin menjadi hal yang membingungkan. Terutama kamu yang baru pertama kali membuka atau memulai usaha. Untuk menjawab pertanyaan ini, yuk simak 7 cara mengatur keuangan usaha diantaranya berikut ini!



Baca juga: Begini Cara Mengekspor Barang



1. Mulai Mengedukasi Diri


Cara mengatur keuangan usaha yang pertama adalah dengan mengedukasi diri mengenai cara membuat dan membaca laporan keuangan. Perlu dipahami bahwa hal-hal fundamental laporan keuangan terdiri dari:

  1. Laporan arus kas
  2. Laporan penghasilan
  3. Laporan neraca
  4. Laporan modal

Dengan mengedukasi diri mengenai keempat hal ini, maka kamu akan mampu menentukan langkah apa yang akan ditempuh untuk mengembangkan usaha.





2. Lakukan Perencanaan


Sebelum usaha dijalankan, kamu wajib melakukan perencanaan secara umum mengenai langkah-langkah apa saja yang akan dilalui selama proses bisnis berjalan.


Perencanaan ini bisa dibuat per minggu, per bulan, per quarter, atau per semester tergantung bagaimana kamu mau memproyeksikan usaha. Selain itu, kamu juga perlu merencanakan hal-hal yang terkait kebutuhan serta modal yang perlu disiapkan.


3. Bikin Buku Catatan Keuangan


Hal ini mungkin sering kali dianggap sepele. Faktanya, keuangan dalam bisnis wajib untuk selalu dicatat sekecil apapun skala usaha yang dijalankan. Buku catatan adalah salah satu cara mengatur keuangan usaha yang umun dilakukan.


Pasalnya, pencatatan keuangan ini akan berguna dalam mengawasi segala pengeluaran dan pemasukan. Tujuan lain dari buku catatan keuangan adalah mengurangi risiko pengeluaran yang tidak wajar.


4. Buat Anggaran Secara Rutin


Selain pencatatan keuangan, budgeting, atau pembuatan anggaran ternyata tidak kalah pentingnya dalam bisnis. Pasalnya, dengan membuat anggaran secara rutin kamu akan mampu mengontrol pengeluaran agar tidak membengkak.


Prosesnya pun bisa dilakukan secara rutin, misalnya setiap minggu atau setiap bulan di mana pengeluaran tersebut diatur sesuai jenisnya.


5. Awasi Arus Kas Keuangan


Cara mengatur keuangan usaha berikutnya, yaitu mengawasi arus kas keuangan. Kamu mungkin menganggap hal ini sepele, padahal dengan mencatat setiap transaksi yang berkaitan dengan usaha dan menentukan siapa saja yang berwenang untuk bertransaksi dengan uang yang ada akan mengurangi risiko kerugian dari bisnis yang dijalankan.


6. Gunakan Laba untuk Kembangkan Usaha


Setelah selesai dengan urusan pencatatan keuangan, kamu bisa melangkah ke penggunaan laba untuk pengembangan usaha. Mengapa demikian? 


Menyisihkan lama untuk mengembangkan usaha menjadi salah satu pilihan terbaik dalam dunia bisnis. Hal ini lebih baik daripada membelanjakan keuntungan untuk keperluan pribadi.


Caranya, sisihkan minimal 10% keuntungan yang diperoleh setiap bulan untuk diakumulasikan dengan modal usaha. Dengan demikian, pengaturan keuangan usahamu akan berjalan lancar dan menghindarkanmu dari kerugian.


7. Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha


Terakhir, cara mengatur keuangan usaha yang wajib kamu lakukan adalah dengan memisahkan uang pribadi dan uang usaha.


Meski kamu adalah pemilik UMKM, bukan berarti kamu bebas menggunakan dana usaha yang dipunya untuk dipakai buat keperluan pribadi. Cara ini tidak hanya berlaku bagi pemilik UMKM skala besar, tapi juga untuk UMKM skala kecil, termasuk yang baru merintis.


Agar tetap terpisah, kamu bisa menggunakan dua rekening bank untuk menyimpan uang yang ada dan gunakan aplikasi pencatatan khusus untuk bisnis.


8. Selalu Bayar Tagihan atau Hutang Terlebih Dahulu


Membayar tagihan secara tepat waktu dan mendahulukan hutang merupakan salah satu cara mengatur keuangan usaha. Dengan demikian, kamu jadi bisa mengetahui laba yang didapatkan. Keuntungan yang didapat bisa dihitung secara bersih ketika semua tagihan dan tunggakan telah kita lunasi. Dalam cara manajemen keuangan usaha kecil, terdapat istilah keuntungan kotor dan keuntungan bersih. Keuntungan kotor adalah pemasukan yang didapat yang belum dipotong dengan pengeluaran, termasuk tagihan. Keuntungan bersih adalah keuntungan murni yang kita dapatkan.


9. Pisahkan Akunting dengan Kasir


Dalam menjalankan bisnis, memberikan pekerjaan kasir yang merangkap jadi akunting merupakan kesalahan besar. Pasalnya, kasir yang merangkap jabatan sebagai akunting besar kemungkinan bisa memanipulasi laporan keuangan. Tentunya hal tersebut akan mempengaruhi kondisi keuangan usahamu. Untuk mencegahnya, cara mengatur keuangan usaha yang bisa kamu lakukan adalah dengan memisahkan pekerjaan pengolahan serta analisa dan kasir.


10. Awasi Harta, Utang, dan Modal


Salah satu cara mengatur keuangan usaha yang wajib kita lakukan dengan sangat disiplin dan bertanggung jawab adalah terkait pengawasan arus kas keuangan (harta, utang, dan modal). Dalam pelaksanaannya, mengawasi arus kas keuangan merupakan hal yang sulit. Kesulitan yang didapat biasanya berkaitan dengan kedisiplinan dan tanggung jawab diri dalam pengawasan. Pasalnya, lancar atau tidaknya arus kas keuangan akan memengaruhi kelancaran sebuah usaha.


11. Teliti Kontrak Dengan Pihak Ketiga


Dalam cara mengatur keuangan usaha, terutama dalam masa pengembangan, seringkali kita melakukan kontrak perjanjian usaha bersama pihak ketiga. Dengan memahami dan memperhatikan kontrak perjanjian usaha dengan pihak ketiga, kamu bisa lebih tertata dalam menjalankan cara mengatur keuangan usaha. Selain itu, hal ini juga bisa mengatasi kemungkinan buruk yang terjadi, yaitu terjadinya penyelewengan dari pihak ketiga yang merugikan. 


12. Siapkan Dana Darurat


Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk kejadian-kejadian darurat yang menimpa ketika berbisnis. Keberadaan dana darurat ini penting agar bisnis bisa tetap berjalan meski kondisi di luar sedang kurang baik. Untuk membuat dana darurat, sisihkan sebagian pemasukan yang diterima dan jangan pernah gunakan dana darurat untuk keperluan apapun kecuali memang benar-benar darurat.


Inilah beberapa informasi terkait cara mengatur keuangan usaha yang bisa kamu mulai dari sekarang. Demi memantapkan proses pengaturan keuangan usahamu dan sebagai langkah praktis untuk mengedukasi diri, tidak ada salahnya untuk belajar langsung dari para ahli yang memang sudah berpengalaman.


Di pijarmahir.id, kamu bisa mengakses pelatihan Belajar Management Keuangan UMKM Bagi Penunjang Usaha dan belajar mengenai hal-hal fundamental pengelolaan keuangan usaha, pencatatan keuangan, pembuatan laporan laba rugi, neraca, dan keuangan, serta belajar mengevaluasi perkembangan usaha berdasarkan laporan keuangan.


Hasilnya, kamu akan bisa melakukan pengelolaan keuangan dan memantau perkembangan usaha. Yuk, mulai belajar mengatur keuangan sekarang!

Artikel Lainnya

logo pijarmahir

Powered By

logo telkom

WhatsApp

0812 8899 9576

Email

helpdesk@pijarmahir.id

Ikuti Kami di

InstagramLinkedinFacebookTwitter

Download Sekarang

Play Store

Layanan Pengaduan Konsumen

Gedung Telkom Direktorat Business and Technology

Jl. Prof. DR. Soepomo No.139, RT.13/RW.2, Tebet Bar., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

Kontak Pelanggaran Usaha

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Whatsapp: 0853 1111 1010

©2020-2022 Pijar Mahir. All Right Reserved