Beli di aplikasi dan dapatkan promo menarik

Blog

| Content Writer

Ingin Menjadi UX Writer? Kuasai Dulu 8 Kemampuan Ini

Kemampuan yang wajib dimiliki ux writer

Kamu ingin menjalani profesi sebagai UX writer? Kalau iya, yuk cari tahu beberapa kemampuan yang wajib dikuasai oleh seorang UX writer di bawah ini.


UX writer merupakan profesi yang berperan dalam membuat tulisan untuk aplikasi, website, atau platform digital lainnya. Tulisan yang ditulis oleh seorang UX writer biasanya sangat singkat. Seorang UX writer biasanya berada di dalam tim IT atau tepatnya tim product designer. Karena untuk menciptakan suatu rangkaian kata, seorang UX writer biasanya harus bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan seorang UI/UX designer.


Kemampuan yang harus dimiliki UX writer


Pada dasarnya untuk menjadi seorang UX writer ada beberapa kemampuan yang wajib kamu kuasai, yaitu:


1.Keterampilan Menulis UX


Tidak bisa dipungkiri memang salah satu kemampuan utama yang perlu dikuasai oleh seorang UX writer adalah kemampuan menulis UX. Seorang penulis UX atau UX writer harus bisa membuat tulisan yang jelas dan ringkas namun tetap mudah dimengerti dan bermanfaat untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan platform atau aplikasi.


Namun, jangan khawatir karena keterampilan menulis UX bisa dipelajari dan tidak harus dikuasai dalam waktu yang singkat. Beberapa penulis bahkan memerlukan waktu hingga beberapa tahun sampai akhirnya bisa menguasai tulisan UX dengan baik.


2. Riset pengguna


Seorang UX writer juga harus bisa memiliki kemampuan riset kebutuhan pengguna. Karena seorang penulis UX akan membuat tulisan yang bermanfaat untuk memandu pengalaman atau membantu pengguna menggunakan suatu platform. Oleh karena itu, seorang penulis UX harus terlebih dahulu memahami alur pengguna yang ideal.


Untuk bisa melakukan riset yang baik, kadang ada kalanya seorang penulis UX harus melakukan tatap muka langsung dengan calon pengguna aplikasi. Setelah itu, penulis UX bisa mendengarkan sendiri keluhan atau petunjuk penggunaan aplikasi yang dibutuhkan oleh calon pengguna. Namun, sebelum melakukan riset, seorang penulis UX harus bisa membuat salinan sederhana sebuah tulisan terlebih dahulu.


3. Empati


Empati yang dimaksud dalam hal ini adalah seorang penulis UX harus bisa memposisikan diri sebagai pengguna yang akan menggunakan aplikasi untuk pertama kalinya. Hal yang perlu dilakukan penulis adalah menanyakan kepada diri sendiri mengenai beberapa hal, seperti:

·         Apakah penggunaan kata yang digunakan sudah tepat dan tidak membuat pengguna bingung?

·         Bagaimana cara yang tepat untuk memberikan pesan bahwa ada kesalahan yang mungkin dilakukan pengguna?

Empati memungkinkan penulis UX untuk bisa membuat tulisan yang mudah dimengerti dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

 

4. Rasa ingin tahu


Keingintahuan memicu kreativitas. Penulis UX harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi mengenai suatu aplikasi, cara kerjanya, dan apa yang dibutuhkan pengguna. Selain itu, seorang penulis UX juga serta secara konsisten harus bisa menemukan cara untuk membuat platform atau aplikasi lebih baik lagi. Hal ini bermanfaat agar platform atau aplikasi yang dikerjakan bisa berhasil dan terus digunakan oleh pengguna dalam jangka waktu yang lama.


5. Kerjasama tim


Tidak sama halnya dengan content writer yang bisa bekerja sendiri, penulis UX tidak bisa bekerja sendiri dalam membuat suatu rangkain tulisan. Umumnya seorang penulis UX harus bisa bekerja dengan tim desain seperti desainer produk, manajer produk, peneliti UX, dan ahli strategi konten untuk membuat suatu rangkaian tulisan.


Karena seorang penulis UX harus bisa bekerja sama dengan tim lain untuk bisa memiliki pemahaman yang mendalam tentang tujuan konten, bagaimana teks berkolaborasi dalam desain, dan apa yang dibutuhkan pengguna.


6. Kemampuan merancang dan memahami strategi konten produk


Sebelum menulis, penulis UX harus bisa menguraikan struktur dan alur penggunaan suatu aplikasi atau platform. Selain itu, seorang penulis UX juga harus bisa memahami kendala yang mungkin akan dialami oleh calon pengguna, serta solusinya.  Oleh karena itu, penulis UX harus memiliki kemampuan merancang dan memahami strategi konten produk yang baik.


7. Kemampuan untuk menilai dan menguji salinan UX


Setelah membuat suatu rangkaian tulisan, seorang penulis UX harus dapat merancang metrik untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu rangkaian kata yang dibuat. Hal ini bermanfaat untuk membuat penulis UX bisa terus membuat tulisan yang bermanfaat bagi pengguna platform atau aplikasi.

 

8. Kemampuan memvisualisasikan teks dalam gambar


Menjadi penulis yang baik saja tidak cukup untuk seorang penulis UX. Karena selain harus bisa membuat tulisan yang baik, penulis UX harus mampu membayangkan perilaku pengguna, memvisualisasikan teks dalam gambar, dan membantu product designer untuk meningkatkan kekuatan kata-kata dengan perubahan visual.


Untuk menjadi UX writer memang ada banyak kemampuan yang wajib dikuasai. Namun, jangan khawatir kamu gak harus selalu menguasai semua kemampuan dalam waktu singkat kok. Ada kalanya kamu bisa menambah atau mengasah kemampuan sambil melakukan tugas atau yang biasanya dikenal dengan istilah learning by doing.

 

Yuk, belajar lebih jauh tentang UX writing


Kalau kamu ingin belajar lebih jauh tentang tulisan UX atau UX writing, yuk ikut kelas “Belajar Copywriting dan UX Writing Serta Mengelola Content Marketing di Media Sosial Untuk Calon Spesialis Pemasaran”. Karena di pelatihan ini, kamu akan belajar tentang membuat dan mengelola konten tulisan (copy) yang baik dan benar untuk kepentingan pengalaman pengguna terhadap produk. 


Selain itu, dengan mengikuti kelas ini kamu juga bisa belajar tentang prinsip-prinsip UX Writing, Brand Voice & Tone dalam penulisan UX writing, dan  cara memberikan rasa pada UX Writing produk. 

Menariknya lagi di kelas ini, kamu akan diajarkan langsung oleh ahlinya, yaitu Aditya Pratama. Aditya pratama merupakan seorang Brand Marketing Manager di sebuah startup di bidang keuangan. Beliau juga merupakan mantan copywriter dan juga jurnalis sejak tahun 2012.


Menariknya lagi, pelatihan ini memiliki metode pembelajaran materi dari video. Jadi, kamu bisa menentukan sendiri kapan waktu yang tepat untuk melakukan pelatihan. Namun, sebelumnya jangan lupa download aplikasi Pijar Mahir di Google Playstore ya.


Referensi



https://gathercontent.com/blog/5-top-skills-you-need-to-thrive-as-a-ux-writer-in-2022

https://www.coursera.org/articles/whats-a-ux-writer

https://uxwritinghome.com/blog/ux-writing-skills/


 


Artikel Lainnya

©2020-2022 Pijar Mahir. All Right Reserved