Beli di aplikasi dan dapatkan promo menarik

Blog

| Content Writer

8 Skills yang Sebaiknya Dikuasai Oleh Social Media Specialist

skills yang wajib dikuasai oleh social media specialist

Kamu ingin memulai karier sebagai social media specialist? Kalau iya, agar kamu bisa menekuni profesi social media specialist dengan baik, yuk cari tahu dulu beberapa skill atau kemampuan yang sebaiknya dikuasai.


Social media specialist atau yang bisa juga dikenal dengan istilah social media officer merupakan profesi yang bertugas untuk mengelola konten di semua platform media sosial, (seperti Facebook, Instagram, dan Twitter), membangun interaksi dengan pengguna, dan meningkatkan brand awareness atau kesadaran pembeli akan suatu produk atau jasa.


Skill yang wajib dikuasai oleh seorang social media specialist


Kalau kamu ingin mulai menekuni profesi sebagai social media specialist dan bisa menjalaninya dengan sebaik mungkin, yuk simak beberapa skill atau kemampuan yang sebaiknya oleh dikuasai berikut ini:


1.Story telling


Tidak bisa dipungkiri memang, story telling atau bercerita merupakan salah satu kemampuan yang wajib dikuasai oleh seorang social media specialist. Karena untuk bisa menarik perhatian pembaca atau pengguna, kamu harus bisa merangkai cerita untuk caption yang semenarik mungkin. Bahkan kadang ada kalanya, kamu harus membuat cerita yang berkesinambungan antara foto dan caption. Jadi, kebayang kan betapa pentingnya kemampuan story telling.


2. Menulis


Menulis merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang social media specialist. Karena tidak bisa dipungkiri setiap harinya seorang social media specialist harus menulis caption. Ada baiknya seorang social media specialist menguasai jenis tulisan copywriter dan content writer. Karena kedua jenis tulisan itulah yang akan sering digunakan untuk menulis caption.


Namun, satu jenis tulisan yang sangat wajib dikuasai oleh seorang social media specialist adalah copywriting. Karena social media specialist biasanya akan lebih sering menulis tulisan copy atau copywriting untuk mempromosikan barang atau jasa.


Kalau kamu ingin belajar lebih lanjut tentang copywriting, yuk ikut kelas “Belajar Copywriting dan UX Writing Serta Mengelola Content Marketing di Media Sosial Untuk Calon Spesialis Pemasaran . Karena di kelas ini kamu akan belajar membuat dan mengelola konten tulisan (copy) yang baik dan benar untuk kepentingan pemasaran dan kepentingan pengalaman pengguna terhadap produk dengan mempelajari prinsip-prinsip Copywriting dan UX Writing serta bagaimana mengelola konten di media sosial.

 

3. Kreatif


Semakin kreatif dan menarik post suatu media sosial, maka akan semakin pula interaksi dan jumlah pengikut atau followers di media sosial. Oleh karena itu, seorang social media specialist harus memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi. Seorang social media specialist biasanya juga harus terus berpikir kreatif untuk menentukan konsep, game, cara interaksi, dan post yang menarik di media sosial.


Namun, jangan khawatir karena biasanya untuk akhirnya bisa menciptakan karya-karya yang kreatif dan menarik, social media specialist akan banyak melakukan brainstorming dengan social media specialist yang lain.


4. Edit foto


Seorang social media specialist memang tidak harus selalu menguasai teknik mengedit foto yang terkesan sulit dan memerlukan banyak tahapan. Namun, alangkah baiknya jika kamu bisa mengedit foto dengan cara yang sederhana menggunakan beberapa tools untuk mengedit foto, seperti Adobe Spark, Giphy, dan Canva. Hal ini bermanfaat agar kamu benar-benar bisa membuat foto yang sesuai dengan konsep media sosial yang ingin dicapai.


Selain itu, kadang kali kamu juga bisa meminta bantuan seorang desain grafis untuk membuat gambar sesuai yang kamu inginkan.  

 

5. Membangun komunitas pembaca atau pengguna


Tujuan utama media sosial adalah untuk membangun komunitas atau kelompok pengguna  secara efektif, sehingga pengguna menjadi  merasa sangat terikat dengan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.


Oleh karena itu, media sosial harus bisa memungkinkan pelanggan dan pembaca merasa bahwa mereka tidak hanya menerima penawaran dan berita, tetapi juga memiliki berkesempatan untuk merespons dan mendapatkan respons balik.  


6. Menganalisis data


Menganalisis data juga merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang social media specialist. Namun, jangan khawatir karena  seorang social media specialist biasanya hanya perlu menganalisis data yang tidak terlalu rumit, misalnya data tentang peningkatan jumlah followers dan jumlah engagement suatu post.


Beberapa tools yang biasanya digunakan untuk seorang social media specialist untuk menganalisis data adalah Keyhole, Buzzsumo, Google analytics, social backers, union matrics, dan hotsuite.


7. Menganalisis tren yang sedang berlaku


Dalam industri yang terus berubah ini, penting bagi kamu untuk selalu mengikuti berita dan tren yang sedang berlaku. Karena untuk bisa membuat konten yang menarik, ada baiknya kamu membuat konten yang masih ada hubungannya dengan tren yang sedang berlaku.


Misalnya saja, jika kamu berjualan baju dan saat ini di media sosial sedang ada drama Korea yang ramai dibicarakan (seperti Our blues), ada baiknya kamu membuat konten yang berlatar belakang laut. Namun, jangan lupa juga untuk menyesuaikan konten dengan target pengguna kamu ya.

 

8. Memecahkan masalah


Setelah menganalisis data, seorang social media specialist harus bisa memecahkan masalah dan menentukan solusi untuk masalah yang sedang dihadapi. Misalnya saja, jika jumlah pengikut atau followers di media sosial berkurang, maka seorang social media specialist harus bisa menemukan solusi untuk menaikkan kembali jumlah followers. Oleh karena itu, seorang social media specialist harus bisa memiliki kemampuan memecahkan masalah dengan sangat baik.


Untuk menjadi social media specialist memang ada banyak kemampuan yang wajib dikuasai. Namun, jangan khawatir kamu gak harus selalu menguasai semua kemampuan dalam waktu singkat kok. Ada kalanya kamu bisa menambah atau mengasah kemampuan sambil melakukan tugas atau yang biasanya dikenal dengan istilah learning by doing


Referensi



https://storynet.org/what-is-storytelling/

https://www.celarity.com/job-description/social-media-specialist/

https://careerfoundry.com/en/blog/digital-marketing/social-media-specialist-skills/

https://brainstation.io/career-guides/what-skills-do-you-need-to-be-a-social-media-specialist

https://gcomm.id/branding/5-rekomendasi-tools-analisis-media-sosial/



Artikel Lainnya

©2020-2022 Pijar Mahir. All Right Reserved